Top Social Icons

Tuesday, 25 April 2017

Comodo Rayakan Hari Bumi dan HUT Ke-31 dengan Romantis


Tanggal 22 – 25 April tiap tahunnya merupakan tanggal keramat (special) bagi Organisasi Kemahasiswaan Comodo Mapala FE Universitas Palangka Raya. Bagaimana tidak, pada rentang tanggal tersebut terdapat dua perayaan yang menjadi wajib dilakasanakan oleh organisasi pecinta alam tertua di kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah ini. Perayaan Hari Bumi yang diperingati oleh seluruh masyarakat dunia setiap tanggal 22 April adalah salah satu upaya  meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan hidup, mengubah pola fikir dan perilaku manusia yang cenderung merusak lingkungan/alam menjadi perilaku yang selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Hal ini sejalan lurus dengan cita-cita dan gerak langkah organisasi Comodo Mapala FE Universitas Palangka Raya yang berdiri sejak lebih dari 30 tahun yang lalu. Sedangkan setiap tanggal 25 April, diperingati oleh seluruh anggota Comodo Mapala  FE Universitas Palangka Raya sebagai hari jadi organisasi kampus aktif yang kini tercatat telah memiliki anggota lebih dari 300 orang ini.

Perayaan dua hari spesial tersebut pada tahun 2017 kali ini, dirayakan oleh Comodo Mapala FE Universitas Palangka Raya dengan menggelar berbagai rangkaian kegiatan yang cukup unik dan menarik dengan harapan seluruh elemen yang berpartisipasi dapat meningkatkan rasa cinta terhadap alam dan lingkungan bumi. Adapun beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 25 April 2017 ini antara lain :

Penanaman Pohon dan Perang Sampah


Kegiatan penanaman pohon dan perang sampah ini di laksanakan di kawasan Perbukitan Tangkiling Kota Palangka Raya dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bumi 2017. Anna Oktaviani selaku Ketua Umum Comodo Mapala FE Universitas Palangka Raya, mengatakan  “Pemilihan lokasi penanaman pohon dan perang sampah di kawasan perbukitan Tangkiling adalah salahsatu upaya kami untuk menghijaukan kembali kawasan perbukitan tangkiling yang kini kondisinya semakin mengkhawatirkan akibat banyaknya aktivitas penambangan Batu dan banyaknya sampah plastik yang berserakan, harapanya masyarakat akan menjadi lebih perhatian untuk menjaga kebersihan keasrian kawasan ini serta pemerintah dapat menyelamatkan satu-satunya kawasan Perbukitan di kota Palangka Raya ini.”

Dalam kegiatan ini ditanam lebih dari 100 bibit berbagai macam jenis pohon serta berhasil mengumpulkan puluhan sak sampah plastik yang tersebar dikawasan perbukitan Tangkilling.

Fun Climbing
Kegiatan Fun Climbing dilaksanakan untuk menyasar para generasi muda kota Palangka Raya khususnya para mahasiswa dan pelajar Sekolah Menengah Atas untuk lebih mengenal aktifitas alam bebas dan meningkatkan kepedulian dalam menjaga alam. Sebanyak 49 peserta dari berbagai elemen kepemudaan turut serta dalam kegiatan ini.

Comodo Family Gathering Camp.
Secara de facto Comodo Mapala FE Universitas Palangka Raya ini terbentuk pada tahun 1981, berawal dari sebuah kelompok kegiatan Orientasi Pengenalan Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya, yang mana nama kelompok mereka adalah Komodo. Kesamaan hobby dan pandangan anggota kelompok tersebut pada kelestarian alam di Kalimantan Tengah itulah yang pada akhirnya menyatukan mereka dalam sebuah wadah yang kemudian mereka namakan Kelompok Mahasiswa Daim ( COMODO ) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Fakultas Ekonomi (sekarang Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Universitas Palangka Raya.

Pada perkembangan selanjutnya nama Comodo Mapala dikukuhkan secara resmi oleh pihak Universitas melalui Dekan Fakultas Ekonomi dengan sebuah Surat Keputusan Dekan (SK Dekan) tertanggal 25 
April 1986 untuk batas waktu yang tidak ditentukan (De Jure). Dan sejak itu pula nama Comodo Mapala resmi dipakai sebagai nama organisasi ini serta dikenal luas oleh organisasi sejenis diseluruh Universitas yang ada di Indonesia. Penggunaan huruf awal “C” adalah memang di sengaja,  dengan alasan untuk membedakan dengan Komodo (hewan). Comodo dapat pula diartikan dengan “Kelompok Mahasiswa Daim”, kata "Daim" berasal dari bahasa sansekerta yang berarti Lestari atau Peduli Alam. Sampai dengan saat ini Comodo Mapala memiliki lebih dari 300 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa diantaranya bahkan ada yang menduduki beberapa jabatan strategis baik di Pemerintahan Kabupaten, Kota bahkan Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam Rangka meningkatkan tali silahturahmi antar anggota, dalam peringatan HUT ke 31 kali ini diadakan kegiatan Family Gathering Fun Camp untuk seluruh anggota Comodo Mapala dengan mengambil tema “Back to Nature, Bernostalgia bersama keluarga besar Comodo Mapala FE Universitas Palangka Raya”. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 60 an anggota dari angkatan-angkatan awal sampai angkatan termuda, dengan masing-masing anggota membawa serta anggota keluarganya. Namun sayangnya tidak seluruh anggota dapat hadir.

 “Saya cukup bangga kita masih bisa berkumpul, bernostalgia bersama mengenang segala aktifitas kita dialam bebas, hari ini seperti mengingatkan kita saat-saat kita masih muda dulu, dan menjadi kebanggaan tersendiri kita bisa langsung menunjukkan kepada keluarga dan anak-anak kita bagaimana kita seharusnya bersikap terhadap Alam”, terang  Drs. Toni Jhonsiano Toeweh salah satu anggota Angkatan Pelopor yang hadir pada acara itu.

Bakhzar Efendy, SE dari Angkatan Destroyer, menambahkan “Bahwa acara semacam ini menjadi ajang untuk seluruh anggota comodo terutama adik-adik yang sekarang aktif  di sekretariat untuk saling bertukar pikiran serta menggali ide-ide dari para senior yang mungkin ide-idenya terkait ke-pecinta alaman belum sempat terealisasi, serta bagaimana menyatukan ide-ide dari yang generasi terdahulu kepada generasi muda saat ini.

Kegiatan Family Gathering Fun Camp ini dilaksanakan di sekitar kawasan Perbukitan Tangkilling, tepatanya di kawasan Katune dari tanggal 22 – 25 April 2017, acara malam puncak kegiatan diisi dengan acara Potong Kue dan Tumpeng serta syukuran, serta diskusi bersama mengelilingi api unggun, riang canda dan gelak tawa seluruh peserta yang hadir menyatu dengan suara binatang malam dihutan yang masih tersisa itu seperti tidak ingin malam cepat berakhir, sangat romantis.

Penulis :
Anna Oktaviani
Ketua Umum Comodo Mapala FE UPR 2016 - 2018

Friday, 24 February 2017

Bang Daniel Siahaan : Anak Mapala itu Harus Pandai Memanage Waktu

“Kuliah lancar, cakap berorganisasi dan yang pasti hobi tersalurkan. Saya sudah buktikan itu saat aktif di Mapala Comodo".    Daniel Siahaan


Kamu anak mapala ya? awas jadi mapala beneran lho.. Mahasiswa Paling Lama maksudnya!! Hahaha.. celetuk teman penulis waktu kuliah dulu. Semoga pengalaman ini hanya dirasakan penulis saja, walau penulis tahu bahwa ejekan-ejekan seperti itu pernah didengar atau bahkan dirasakan bukan hanya pada anak-anak mapala saja tapi juga dirasakan banyak mahasiswa yang bergabung di organisasi kampus, dimana banyak mahasiswa “rajin” yang beranggapan bahwa masuk organisasi kemahasiswaan di kampus itu menjadi penghambat perkuliahan. Benar demikian? Penulis mencoba merangkum sedikit tulisan dari hasil diskusi dengan Bang Daniel Siahaan, salah satu senior kami di organisasi kemahasiswaan Comodo Mapala Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya, menurtnya menjadi mahasiswa itu carapikir dan carapandangnya harus seperti mahasiswa, “..jadilah mahasiswa  yang pandai memanajemen waktunya, kuliah lancar, cakap berorganisasi dan yang pasti hobi tersalurkan”, pesannya kepada penulis saat berdiskusi singkat melalui media social. Berikut beberapa catatan singkat penulis dengan bang Daniel Siahaan :

Bang, apa yang jadi motivasi abang berorganisasi dengan bergabung dengan Comodo Mapala waktu masih kuliah dulu?

Waktu masih sekolah SMA dulu saya sudah suka dengan kegiatan dialam, seperti naik gunung, kemping dan lain sebagainya, jadi masuk organisasi mapala comodo merupakan panggilan jiwa. Walaupun berat pada saat pendidikan dasar (DIKLATSAR), karena memang sudah memantapkan diri dari hati, saya-pun saya dapat melalui proses itu dengan baik. Berat tetapi tidak ada penyiksaan yang bersifat kontak fisik. Tadi saya mengatakan bahwa ini merupakan panggilan jiwa, maksudnya ada sesuatu yg terjadi pada saya ketika melihat alam yang sangat indah, baik itu di hutan, di gunung, di laut, atau dimana saja, seperti ada yang bergetar didalam jiwa saya, saya merasa dekat dan kagum dengan sang Pencipta. Begitu juga saat melihat kerusakan alam secara langsung atau melalui foto dan berita-berita, ada kesedihan yang mendalam dalam diri saya, rasa marah yang sangat. Untuk itu saya bergabung dengan organisasi Mapala.

Bang, apa tanggapan abang terkait banyakknya orang yang menilai miring keberadaan organisasi kemahasiswaan, termasuk organisasi mahasiswa pecinta alam?

Memang sebagian besar orang sampai saat ini masih menganggap bahwa organisasi kemahasiswaan hanya akan menjadi menghambat proses perkuliahan si mahasiswa. Kebanyakan orang tersebut menganggap dengan berorganisasi si mahasiswa hanya akan mengahabiskan waktu secara sia-sia, sehingga menyebabkan terganggunya proses perkuliahan yang berakibat terhadap lamanya siMahasiswa lulus kuliah. Orang kebayakan tersebut bisa saja, Orangtua kita, saudara kita, teman kita, bahkan pihak kampus itu sendiri ( Rektor, Dekan , Dosen dll) yang beranggapan Organisasi kemahasiswaan ( BEM, Himpunan Mahasiswa X, persatuan mahasiswa Y, organisasi Mahasiswa Pecinta Alam atau mapala dan lain sebagainya menjadi penghambat perkuliahan mahasiswa yang bergabung di dalamnya, proses pembelajaran menurut mereka hanya melalui perkuliahan didalam kelas dan hasil akhirnya adalah dengan nilai yang tinggi dan membanggakan.

Sehingga apa yang terjadi adalah sebagian besar mahasiswa saat ini lebih memilih untuk fokus pada kuliah saja dengan harapan agar dapat cepat lulus dengan IPK yang membanggakan. Menjadi mahasiswa seperti itu memang tidak ada salahnya, karena setiap orang berhak menentukan pilihannya sendiri. Terkait tanggapan miring organisasi mapala, itu hal Biasa, sudah dari dulu anggapan itu. Ada pepatah kuno, “Karena Nila setitik rusak susu sebelanga”, mereka hanya menilai dari kejadian sesaat terutama yang jelek-jeleknya saja, seakan-akan Mapala baru ada di tahun ini saja. Jadi biarkan saja anggapan itu, yang penting kita berbuat yang terbaik.


Menurut abang bagaimana seharusnya generasi muda beraktivitas? terutama para mahasiswa terkhususnya Mahasiswa pecinta alam?

Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) itu kan mahasiswa, jadi ya harus serius dalam perkuliahan, namun jangan juga menutup diri untuk belajar dari tempat lain, organisasi kemahasiswaan misalnya, manfaatkan juga sebagai media menimba pengalaman dan penyaluran minat dan bakat termasuk juga hobby. Dulu ada selogan “JANGAN SAMPE KULIAH MENGGANGGU HOBI” yang berakibat pada lambatnya kuliah .. wkwkwkwk.
Akan tetapi akan lebih baik lagi kalau menjadi anggota Mapala yang mampu memanage waktunya. Kuliah lancar, pada organisasi loyal. Saya sudah buktikan itu.

Pesan-pesan abang untuk kami para junior di organisasi Mapala sekarang dan kedepannya?

Becermin pada kejadian-kejadian negative yang terjadi di beberapa organisasi pecinta alam, dan apa yang sedang terjadi belakangan ini terkait adanya kekrasan fisik dalam perekrutan anggota, bahkan ada yang sampai meninggal dunia, telah menjadikan penilaian orang terhadap Mapala semakin negative, pesan saya untuk kalian adik-adik saya di Comodo, dalam DIKLATSAR Mapala Comodo : “Keras tapi jagan kasar”. Manage waktu dengan sebaik mungkin, didalam kuliah dan berorganisasi !!!
Demikian catatan singkat yang berhasil penulis rangkum dari obrolan itu, semoga bisa bermanfaat.

Sekretariat Comodo Mapala, 10 Februari 2017
Herli
CMD.0206/UR.12